EventNews

STIE 66 Kendari Terus “Genjot” Kualitas Dosennya

KENDARI, www.stie-66.ac.id Tenaga pendidik merupakan salah satu tolak ukur kemajuan pendidikan. Untuk itu, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 66 (STIE 66) Kendari terus menggenjot kualitas tenaga pendidik dalam hal ini dosen yang dimiliki.

Salah satu caranya lewat seminar. Tahun ini, STIE 66 Kendari melaksanakan seminar internasional tentang layanan sosial dan perilaku di Aula STIE 66 Kendari, Senin (5/8) kemarin.

Ketua STIE 66 Kendari, Bakhtiar Abbas mengungkapkan seminar internasional merupakan salah satu program rutin yang dilakukan di perguruan tinggi yang dipimpinnya itu.

“Tujuan agar kita mampu mengakomodir semua reset-reset dari teman-teman dosen baik sebagai peneliti muda maupun peneliti pengembangan. Tentunya bukan hanya sekedar tulisannya untuk jurnal nasional, tetapi lebih berorientasi kepada pengembangan jurnal internasional. Cek poin dari pengembangan jurnal internasional adalah salah satu indikator penilaian di dalam peningkatan kinerja dosen,” ungkapnya.

Lanjutnya, tri dharma perguruan tinggi menginginkan adanya desain penelitian yang dilakukan oleh dosen. Dimana harus berkesinambungan atau konsisten dalam setiap tahunnya agar dimaksimalkan dua kali.

“Untuk mensuport serta menyesuaikan para penelitian internasional, maka kita datangkan pembicara dari luar negeri, seperti Universitas Malaka Malaysia dimana telah bekerjasama sebelumnya,” bebernya.

Bakhtiar Abbas juga menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari perwujudan visi dan misi STIE 66 untuk menjadi salah satu perguruan tinggi yang maju, mandiri di kawasan Asia Tenggara. Jadi seminar ini gunanya untuk peningkatan kapasitas dosen dalam hal pengembangan tri drama perguruan tinggi secara internasional.

“Untuk itu kita khususkan semua dosen pemula maupun senior yang sudah melakukan penelitian baik mandiri maupun diperuntukan kepada pengembangan riset sebelumnya. Baik menggunakan dana sendiri maupun lembaga dalam hal ini Dirjen Dikti tentunya dalam bentuk hibah penelitian,” terangnya.

Dia berharap hibah penelitian yang diberikan oleh lembaga dapat menumbuk kembangkan rasa kemandirian untuk melakukan riset. Sebab ini merupakan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang dosen Tri Dharma perguruan tinggi guna meningkatkan kualitas dan kapasitas yang dimiliki sebagai tenaga pendidik yang profesional.

“Yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana membiasakan dosen-dosen kita untuk melakukan riset bertaraf Internasional, sehingga tidak menyusahkan kita ke lagi dalam mengatur jurnal-jurnal internasional,” tutupnya. (**)

Source: inikatasultra.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *