Skip to main content
Pelatihan-Sisekudes

BPKP KERJASAMA STIE-66 MELAKSANAKAN PELATIHAN SISKEUDES

BPKP KERJASAMA STIE-66 MELAKSANAKAN PELATIHAN SISKEUDES

BPKP  Kerjasama STIE Enam Enam Kendari melaksanakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Akuntansi STIE Enam Enam Kendari, Jumlah mahasiswa yang mengiktui pelatihan tersebut  sebanyak 25 orang mahasiswa Akuntansi.   Pelatihan ini dimaksudkan sebagai bekal bagi mahasiswa ketika mengikuti Kuliah Kerja Nyata pada akhir Semester sebagai kegiatan pengabdia masyarakat di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari terhitung sejak tanggal 23  - 25 Pebruari 2017 dengan menghadirkan nara sumber dari BPKP sebanyak 5 orang. Materi yang disajikan adalah praktikum Aplikasi SISKEUDA sehingga mahasiswa dapat memahami dan menguasai aplikasi seluruh rangkaian materi yang di ajarkan.
Pelatihan yang dilakukan Mahasiswa dengan Tema Pengelolaan keuangan & aplikasi siskeudes bagi mahasiswa Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) saat ini telah menemukan bentuknya yang pasti. Siskeudes secara bertahap akan diterapkan di seluruh Indonesia untuk membantu desa dalam melaksanakan tata kelola keuangan desa secara efektif dan efisien.

Pada awalnya (akhir 2015) aplikasi besutan BPKP ini diberi label SIMDA Desa sebagai standar pelaporan APBDes. Dalam perjalanannya, SIMDA Desa berubah nama menjadi Siskeudes dan mulai disosialisasikan ke desa-desa di Indonesia. Yang menjadi latar belakang hadirnya Aplikasi Siskeudes, beberapa diantaranya adalah: Direktif Presiden,

Permintaan DPR-RI saat RDP, Rekomendasi KPK-RI, Peran BPKP sebagai auditor internal Pemerintah.
tujuan program ini yang telah diprogramkan oleh perguruan tinggi ini memang bertujuan dalam memberikan pengalaman dan wawasan kepada para mahasiswa mengenai kehidupan di masyarakat maupun dunia kerja. Pengalaman belajar yang diperoleh dari kegiatan KKN yang didapatkan mahasiswa harapannya dapat memberikan bekal hidup dalam bersosialisasi dan mengabdi kepada masyarakat selepas dari perguruan tinggi nanti.

Dengan adanya pengalaman belajar ini, akan meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi keadaan masyarakat dan dunia kerja yang sesungguhnya. Melalui pengamatan ataupun observasi ketika KKN, mahasiswa akan melihat berbagai masalah serta cara menghadapi masalah tersebut  yang kadang tidak dapat dijumpai di bangku perkuliahan. kegiatan KKN lebih banyak melibatkan kegiatan pengamatan atau observasi dan mahasiswa memang belum diwajibkan untuk melakukan pemberdayaan kepada masyarakat. Sedangkan kegiatan KKN memang mewajibkan mahasiswa untuk langsung memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui pengabdian dan pemberdayaan di lingkungan masyarakat. (rzk)

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.